Selasa, 28 Juni 2022

june 28, 2022

Aku hanya terbangun setelah kulalui mimpi indah bersamanya, terbangun dalam gelap dan dinginnya malam, berselimut kenangan, karena malam ini kulihat ia tertidur, begitu lelap. Ingin ku memeluknya, menciumnya seperti saat ia terjaga tapi itu akan sangat mengganggunya dan aku sendiri tak ingin mengusiknya, mengusik ketenangan tidur panjangnya. Dalam gelap malam, aku menununggu sang mentari terbit di ufuk barat, menunggu ia menebarkan cahaya yg akan mengusir gelap yg melingkupi semesta, menunggu ia menebarkan kehangatan dari dinginya malam. Sembari menunggu aku menyusun rencana, rencana yg akan aku lalui ketika sang mentari mulai menyingsing, yg temani hingga senja. Namun tampaknya aku harus menunggu terbitnya sang mentari dengan lebih lama, atau bahkan mungkin ia takan pernah terbit. Hingga aku tertidur kembali bersama ia yg telah tertidur dengan begitu lelapnya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar