Ieu tungtungna, percobaan terakhir. Mun gagal kalaksana, jalan terakhir di jugjug. Hampura nguciwakeun jalma rea, tapi meureun kieu jalana. Siap nyanghareupan resikona.
Senin, 14 Agustus 2017
Selasa, 08 Agustus 2017
Aug 8th, 2017
Kusadari semua telah berlalu,
Menyisakan kenangan yang terekam dalam ingatan, menyisakan sejuta rasa.
Rasa itu tetap tumbuh Laksana lumut pada rumah yang kosong, laksana tumbuhan merambat pada sebilah bambu , laksana benalu yang timbuh pada batang pohon.
Ya...rasa ini perlahan membuatku rapuh, rasa ini perlahan buatku hancur, dan rasa ini perlahan buatku kehilangan.
Dulu laksana 'purnama" dia terangi jalanku, laksana "purnama" dia terangi malamku, hingga tak lagi ada sudut gelap dalam relung hatiku, kini dia tak lagi bersinar, meninggalkan ku dalam kegelapan.
Dulu laksana 'bintang" dia hiasi dan indahkan malamku, laksana "bintang" yang menuntuku menemukan arah tujuanku, kini dia tak lagi ku miliki, dan dia pun telah pergi, pergi tinggalkan ku dalam sunyi, dalam sepi ...sendiri.
Rabu, 02 Agustus 2017
2 aug 17
Ialah sang bintang (db)
Yang menghiburku dalam kesendirianku. Bintang yang pancarkan berjuta keceriaan, bintang yang menghiasi langit malam ku.
Ialah sang bintang, yang menunjukanku arah, kemana ku harus menuju, yang takan pernah buatku tersesat...
(Dua perempuan spesial yang akan tetap ada dan duduk dlm singgasana hati...bulan daan bintang)
Selasa, 01 Agustus 2017
2 aug 17
Ialah sang rembulan (wb).
Rembulan yg telah pergi kembali padaNya. Bulan Yang pernah menerangi jalanku, menerangi tiap gelap malamku, menerangi tiap sudut gelap relung hatiku dengan cahayanya, cahaya indah nan penuh kelembutan, cahaya teduh penuh kerinduan.
Ialah bulanku, yang akan tetap menjadi bulan dalam hatiku, hingga mata ini terpejam dan terlelap.